This post will be written in Indonesian only, for the sake of understanding of Indonesian people, my beloved nations!
Teman, bagaimana reaksi kamu kalau laptop kesayangan kamu tiba – tiba dicuri padahal kamu sudah sangat ekstra hati – hati dalam menjaganya?
Bagaimana kalau handphone kesayangan kamu jatuh dari tangga bergelimpangan dan akhirnya hancur lebur padahal kamu adalah orang yang sangat disiplin merawat barang kepunyaanmu?
Ketika hasil pengumuman ujian masuk ke sekolah atau universitas favorit kamu menunjukkan kalau kamu tidak lulus ujian saringan masuk padahal kamu sudah mengorbankan banyak sekali waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian tersebut?
Ketika kamu mencoba melamar pekerjaan impian kamu di perusahaan impian kamu dan kamu tidak diterima padahal kamu sudah melakukan banyak persiapan yang signifikan untuk wawancara tersebut?
Apa yang akan menjadi reaksi kamu, ketika pacar kesayangan kamu, yang sudah bertunangan dengan kamu dan siap menikah dalam beberapa minggu ke depan, tiba – tiba membatalkan pernikahan dengan kamu?
Dan masih banyak pengalaman hidup yang tidak menyenangkan, pahit, menyedihkan, menyakitkan dan lain sebagainya.
Teman, kejadian – kejadian diatas tadi adalah kejadian yang cukup lazim terjadi dalam kehidupan seorang manusia. Dan kalimat umum yang sering keluar dari mulut kita adalah
Yaah, ini sudah takdir…
Mungkin ini kehendak Tuhan, ada yang lebih baik lagi di depan menunggu aku…
Gara – gara aku tidak berdoa tadi pagi sebelum berangkat, makanya…
Mungkin Tuhan punya kehendak lain…
dan sebagainya
Teman, Tuhan mempunyai rencana yang indah dalam hidup kita (Karena Aku tahu rencana – rencana yang Aku punya untuk kamu, kata Tuhan, rencana – rencana untuk kesempurnaan dan bukan untuk kejahatan, untuk memberikan kamu masa depan dan harapan, Yeremia 29:11 – Terjemahan langsung dari ESV). Dan Tuhan bekerja SEJALAN dengan karakterNya.
Apa karakter itu? Karakter adalah kualitas pribadi seseorang yang memberikan perbedaan dengan orang yang lain. Contoh: disiplin, sabar, lemah lembut, rajin, pemarah, suka mencaci maki, perkataan yang membangun dan mendukung, dll. Bagaimana sebuah karakter itu dibentuk? Dengan pilihan dan keputusan.
Contoh: ketika aku memilih untuk marah setiap kali ada orang yang menghina penampilan ku yang tidak sesuai dengan selera mereka, maka aku sedang memutuskan untuk menjadi orang yang mempunyai tingkat kesabaran yang rendah. Memang kesabaran bukan hanya tentang pada saat kita dihina saja, ada banyak contoh tentang kesabaran dan ini adalah salah satu perwakilan saja dari aspek ini.
Jadi, karakter kita dibentuk melalui pilihan dan keputusan yang secara konsisten dan berkesinambungan setiap detik, menit kehidupan kita. Sama dengan Tuhan, Dia juga mempunyai karakter karena kita diciptakan sesuai dengan gambar diri dan kemiripan Tuhan (Kejadian 1:26).
Trus apa saja karakter Tuhan itu???
Berdasarkan alkitab,
- Penyayang,*
- Pengasih,*
- Panjang Sabar,*
- Berlimpah Kasih dan Kesetiaan,*
- Maha Kuasa, #
- Allah yang Kekal, ##
- Kehidupan, Jalan, Kebenaran, **
- Pemberi Kehidupan yang Berkelimpahan, ***
* = Keluaran 34:6; Mazmur 86:15
# = Kejadian 17:1
## = Kejadian 21:33
** = Yohanes 14:6
*** = Yohanes 10:10
dan masih banyak lagi, ini adalah sekilas dari semua karakter Tuhan yang ada.
Ketika kita meresponi suatu kejadian seperti contoh yang diatas dalam kehidupan kita dengan mengatakan bahwa semua itu merupakan takdir dari Tuhan, bahwa itu merupakan rencana Tuhan, dan lain sebagainya, kita sedang mengatakan bahwa Tuhan adalah seorang PEMBOHONG! Kok bisa? Jelas, bahwa Tuhan bertindak berdasarkan karakternya, sama seperti manusia yang merupakan ciptaan yang sesuai dengan gambar diri dan kemiripanNya. Dan Tuhan bukanlah Tuhan yang pembohong, Dia adalah Tuhan yang selalu menginginkan yang terbaik bagi anak – anakNya.
Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana kita seharusnya berdoa di dalam kitab Matius 9:10 yang berkata,
…datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.
Kalau Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa seperti itu, apa maksudnya? Berarti kerajaan Tuhan belum datang? Tentu saja sudah tapi belum sepenuhnya. Karena apa artinya sebuah SETENGAH KERAJAAN? Harus sepenuhnya! Dan apa artinya ketika Tuhan Yesus bilang “KehendakMu Jadilah” ? Apakah kehendak Tuhan sudah terjadi di Bumi seperti di Surga? Sekali lagi, belum sepenuhnya!!! Kok Bisa? Karena Iblis masih menjadi penguasa atas dunia ini. Tuhan Yesus sendiri yang bilang di Yohanes 12:31 bahwa Iblis adalah penguasa dunia ini.
Bagaimana mungkin Iblis adalah penguasa dunia ini?
Iblis mencuri kuasa yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia di taman eden. Dalam kitab Kejadian 1:26 dan 28 ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia berkata “Berkuasalah atas seluruh bumi..” Maka jadilah semenjak itu Iblis menjadi penguasa atas dunia ini. Lalu apa maksudnya? Apakah Tuhan tidak mampu melawan Iblis?
Jawabannya adalah Tuhan mendelegasikan kuasaNya lewat manusia. Atau secara sederhana, Tuhan membagikan kuasaNya lewat manusia, yang mau taat dan setia kepadaNya (Abraham, Ishak, Yakub alias Israel, Musa, Daud, dll) Melalui KEHENDAK BEBAS manusia. Karena memang manusia mempunyai kehendak bebas, sama seperti Iblis yang juga ciptaan Tuhan. Tuhan pun sendiri mempunyai kehendak bebas. Melalui DOA, manusia diajak oleh Tuhan untuk berperang melawan penguasa dunia ini! Tuhan sudah menyediakan senjata peperangan secara roh kepada kita. Di kitab Efesus 6:13-17 dinyatakan dengan gamblang; pedang roh, perisai iman, sabuk kebenaran, helm keselamatan, dll.
Kita kembali ke topik mula – mula. Ketika seorang manusia memutuskan untuk melakukan tindakan pencurian, itu adalah hasil pilihan dan keputusan dari kehendak bebas yang dipilih oleh orang tersebut. Dan bukan kehendak Tuhan kalau barang kita dicuri oleh orang yang melakukan nya atas dasar kehendak bebasnya sendiri.
Iblis pun mempunyai karakter, salah satu nya adalah Mencuri, Membunuh, dan Menghancurkan (Yohanes 10:10)
Juga ketika kita tidak diterima oleh panitia ujian saringan masuk sebuah sekolah atau universitas favorit kita itu sudah sangat jelas! Ujian mempunyai standar, ketika kita sudah berusaha semaksimal kita dan ternyata hasil ujian kita tidak memenuhi persyaratan, maka itu memang tidak memenuhi persyaratan. Contoh: persyaratan nilai ujian 75%, dan kita hanya mencapai 74%! 74% bukan 75%! Coba lagi musim berikutnya atau ke sekolah / universitas yang lain. Jangan bawa – bawa dan menyalahkan Tuhan.
Ketika ada kecelakaan terjadi di depan rumah kita dan korbannya adalah orang kesayangan kita (orang tua, anak, saudara, dll), maka itu pun juga BUKAN kehendak Tuhan! Manusia mempunyai kehendak bebas, kehendak bebas itu bisa disalahgunakan dan juga dipengaruhi oleh si Iblis. Ketika seseorang berjalan menyebrangi jalan dengan tidak hati – hati maka kemungkinan atas terjadinya sebuah kecelakaan sudah meningkat tinggi. Dan juga ketika pengemudi kendaraan bermotor yang kurang istirahat malam sebelumnya karena terlalu banyak meluangkan waktu untuk hal yang lain selain tidur, maka keesokan harinya tubuhnya akan merasa amburadul dan lelah. Dan pada saat mengendarai kendaraan bermotor tingkat konsentrasi nya menurun drastis.
Segala sesuatu bisa terjadi karena PENYALAHGUNAAN KEHENDAK BEBAS! Tapi itu bisa kita LAWAN dengan DOA!!! Doa orang benar besar kuasanya (Yakobus 5:16)
Prinsip ini sangatlah penting! Menganalisa sebuah kejadian dalam kehidupan kita sehari – hari berdasarkan PENGENALAN kita akan karakter Tuhan dan karakter Iblis.
Karena Tuhan menghendaki pengenalan akan Tuhan lebih daripada semuanya (Hosea 6:6, Keluaran 9:14, Keluaran 31:13, Yesaya 43:10, Yesaya 45:6, dan masih banyak lagi) Ketika kita TIDAK MENGENALI Tuhan sebagaimana apa adanya Tuhan, sepenuhnya 100%, maka kita akan mempunyai dasar penilaian yang tidak kokoh sehingga kita bisa SALAH MENILAI Tuhan.
Tuhan melatih kita untuk berperang (2 Samuel 2:35, Amsal Mazmur 144:1) supaya kerajaanNya memenuhi bumi dan kehendakNya terjadi di bumi seperti di surga. DOA membawa suatu PERUBAHAN! Oleh kuasa doa Tuhan bisa merubah pikirannya, saat Abraham tawar menawar dengan Tuhan mengenai ada berapa orang percaya Tuhan yang tinggal di kota Sodom dan Gomora (Kejadian 18) Abraham bercakap – cakap dengan Tuhan pada saat itu, dan bukankah doa kita juga merupakan sebuah percakapan? Komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan, hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.
Mari Teman, kita memandang hidup dengan KACAMATA Nya Tuhan Yesus yaitu Karakter Tuhan, dengan begitu kita bisa mempunyai harapan yang tiada hentinya karena Tuhan adalah sebuah pribadi yang abadi dan tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya! Kita harus MENGENAL Tuhan kita, Yesus Kristus.
Sudahkah kamu kenal Dia?
Teman, aku sadar bahwa topik ini sangat sensitif akan pro dan kontra. Untuk diskusi lebih lanjut bisa menghubungi aku di
ericko_tandayu@yahoo.co.uk
Kita bisa berbincang – bincang melalui Yahoo Messenger.
Ericko Tandayu
May 19, 2009 at 12:45 pm
Wah…luar biasa kamu yah Ericko…. Ulasanmu sangat memberkati. Maju trz ya Rick… Gbu always…
May 19, 2009 at 2:43 pm
Thank you Ci!